17 Pemanah Jateng Lolos PON

638
POTENSIAL: Dwi Ambarwati, atlet Jateng asal Pekalongan, berhasil lolos PON XIX dari nomor Ronde Fita Divisi Compound (women). (IST)
POTENSIAL: Dwi Ambarwati, atlet Jateng asal Pekalongan, berhasil lolos PON XIX dari nomor Ronde Fita Divisi Compound (women). (IST)
POTENSIAL: Dwi Ambarwati, atlet Jateng asal Pekalongan, berhasil lolos PON XIX dari nomor Ronde Fita Divisi Compound (women). (IST)
POTENSIAL: Dwi Ambarwati, atlet Jateng asal Pekalongan, berhasil lolos PON XIX dari nomor Ronde Fita Divisi Compound (women). (IST)

SEMARANG – Kontingen panahan Jateng sukses meloloskan 17 pemanah (by number) ke PON XIX/2016 Jabar melalui babak kualifikasi yang telah rampung digelar di Senayan, Jakarta 22 November hingga 1 Desember 2015 kemarin.

“Target kami sebenarnya bisa meraih tiket maksimal 18, dan berhasil membawa 17 tiket PON. Saya kira prestasi ini sudah bagus dibanding PON Riau yang hanya 15 tiket,” terang Ketua Binpres Pengprov Perpani Jateng, Wahono, dihubungi kemarin.

Jateng sebenarnya berpeluang meraih 18 tiket PON. Namun sayang mantan pemanah SEA Games yang sekaligus pemegang rangking dua nasinal, Johan Prasetyo AW (Surakarta) gagal menyelesaikan tugasnya di nomor man roonde fita recurve. “17 tiket Jateng berasal dari nomor ronde nasional (pa/pi) enam tiket, fita compound (pa/pi) enam tiket, fita recurve (pa/pi) lima tiket, hanya satu tiket fita recurve putra yang gagal dibawa pulang,” lanjut Wahono.

Pihaknya menambahkan, pada ajang Kejurnas sekaligus Pra PON tersebut total Jateng menurunkan 24 pemanah terbaik mereka. 24 atlet penahan terbaik Jateng didapatkan dari Kejurprv Karanganyar 19-22 April 2015 dan Selekda di Blora 27-31 Juli 2015 “Total ada 118 pemanah dari 26 kabupaten/kota yang seleksi. Dari 188 pemanah itu kemudian disaring menjadi 44 pemanah dan terakhir tinggal 24 atlet yang masuk dalam pemusatan latihan sebelum turun di Pra PON,” bebernya.

Dia menambahkan, keberhasilan pemanah Jateng meraih 17 tiket PON tidak lepas dari efektifnya program pemusatan latihan selama tiga bulan penuh di Semarang. Di Pelatda, jelasnya, atlet cukup konsisten menjalani program yang diberikan para pelatih. “Di Jakarta kemarin kami bertanding melawan pemanah terbaik dari 28 provinsi di Indonesia. Dan saya kira persaingan cukup ketat, makanya di sisa waktu sebelum PON ini kami tetap harus menjalani program secara intensif,” pungkasnya. (bas/smu)