Tingkatkan Fasilitas, Tarik Investor Baru

178

SEMARANG – DPRD Jateng mendesak pemprov meningkatkan pembangunan infrastruktur di bandara internasional Ahmad Yani dan sejumlah kawasan publik lainnya. Sebab, sejumlah fasilitas tersebut merupakan akses untuk menarik kunjungan wisatawan maupun investor ke Jateng. Sejauh ini fasilitas di bandara masih tergolong minim dan sudah overload.

”Peningkatan fasilitas ini sangat mendesak, karena sudah tidak menampung lagi. Terutama di sejumlah area publik yang bisa menarik investor di Jateng,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirricardl.

Ia menambahkan dengan perbaikan infrastruktur dan fasilitas jelas bakal memikat investor ke Jateng. Selama ini investor belum begitu melirik, karena Jateng masih kurang memikat. ”Ini harus dicarikan solusinya. Jateng sebenarnya potensi investasi besar, tapi karena belum digarap aksesnya, jadi tidak maksimal,” tambahnya.

Belum ramahnya Jateng terhadap investor terbukti dengan masih minimnya investor yang membuka usaha di Jateng. Kebanyakan investor lebih memilih Jawa Barat ataupun Jawa Timur. Sebenarnya ada tiga hal yang membuat investor tertarik masuk daerah. Yakni masalah infrastruktur, keamanan dan kemudahan mengurus perizinan. Namun tidak semua faktor tersebut bisa dipenuhi di Jateng. ”Jadi wajar jika investor lebih melirik daerah lain dibandingkan Jateng,” kata anggota Komisi B DPRD Jateng, Akwan.

Ia mencontohkan infrastruktur tidak selalu pembangunan jalan yang bagus. Tapi juga bagaimana infrastruktur seperti bandara, pelabuhan dan jalan utama menuju lokasi pembangunan pabrik. Kemudahan akses dan kenyamanan lokasi menjadi salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan. Meski sudah mencanangkan tahun infrastruktur, ternyata masih banyak yang belum tersentuh pembangunan. ”Begitu juga soal keamanan dan izin. Investor akan cenderung memilih daerah yang mempermudah perizinan,” imbuhnya. (fth/ric/ce1)