BARUSARI – Seorang pengusaha asal Kalimantan Tengah, Dian Hardiana, 46, terpaksa melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Ia merasa tertipu saat bermaksud membeli besi tua di Kota Semarang.

Bahkan proses transaksi jual beli tersebut telah dilakukan tiga tahun silam. Dian merasa menjadi korban penipuan, karena uang pembelian senilai Rp 537 juta melayang sia-sia. Akhirnya, dia melaporkan Sutimin, warga Jalan Jati Dalam Selatan RT 1 RW 7 Semarang. ”Sampai sekarang, barang besi tua yang dimaksud tidak pernah saya terima,” ujar warga Jalan A Yani 032 B Kelurahan Tamiang Layar, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, kepada petugas di Mapolrestabes Semarang, kemarin.

Penipuan tersebut bermula saat korban berkomunikasi dengan terlapor sebelum akhirnya menawarkan perihal besi tua alat berat tersebut. Keduanya akhirnya melakukan pertemuan di Hotel Oewa Asia, Jalan Imam Bonjol, Semarang. ”Ada dua kali pertemuan, yakni tanggal 25 Agustus 2011 dan 2 Januari 2012,” terang korban.

Setelah terjadi perbincangan antara kedua belah pihak, akhirnya barang besi tua tersebut disepakati dengan harga Rp 537.000.000. ”Saya sudah membayar total uang pembelian, tapi hingga sekarang barang tersebut tidak dikirim,” katanya.

Korban mengaku sempat berkali-kali meminta penjelasan perihal barang tersebut. Namun terlapor selalu menyampaikan bermacam-macam alasan dan berjanji akan segera dikirim. Namun ternyata janji-janji itu hanya menguap begitu saja.

Baru belakangan, korban mengetahui kalau tertipu. Sebab, setelah ditelusuri ternyata barang tersebut diduga tidak ada alias fiktif. Tentu saja hal itu membuat Dian geram dan langsung memilih menempuh jalur hukum. Saat ini, laporan bernomor LP/B/887/XI/2015/Jateng/Restabes tersebut ditangani oleh tim Reserse Kriminal Polrestabes Semarang. Sutimin terancam Pasal 378 KUHP tentang penipuan. (amu/zal/ce1)