LoI Sembiz Tembus Angka Rp 6,5 Triliun

233

SEMARANG – Semarang Bisnis Forum (Sembiz) yang digelar di Ruang Loka Krida, Gedung Much Ihsan, Selasa (1/12) kemarin telah mencatat adanya penandatanganan Latter of Intent (LoI) senilai Rp 6,565 triliun. Bidang usaha yang terlibat, di antaranya dari kesehatan, elektornik, apartemen, kawasan mix use komersial dan perumahan, serta kawasan industri.

Kepala Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu (BPPT) Kota Semarang Sri Martini menuturkan, ada sejumlah peluang investasi yang ditawarkan dalam Sembiz tahun ini. Diantaranya investasi pembangunan KPS SPAM Semarang Barat, Kawasan Industri Wijaya Kusuma, pengembangan Hutan Tinjomoyo, pengembangan bagian Wilayah Kota (BWK) 2 Kecamatan Pedurungan, pengembangan Agrowisata Gunungpati dan Mijen, pembangunan Gedung Parkir Pandanaran, serta pengembangan kawasan BSB Mijen.

“Hingga triwulan III 2015 ini realisasi investasi Kota Semarang mencapai Rp 7,027 triliun. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2014 lalu,” paparnya di depan sekira 200 pelaku usaha, investor, asosiasi usaha BUMD, BUMN dan lembaga keuangan dari kota/kabupaten se-Jateng yang datang di Sembiz tahun ke 9 ini.

Ditambahkan Martini sejak tahun pertama, Sembiz telah banyak kesepakatan investasi yang dicapai dengan pihak swasta atau investor berupa LoI. “Sudah banyak LoI yang terealisasi dan sebagian masih dalam tahap proses perijinan. Kedepan, Sembiz tidak hanya berlaku di Kota Semarang saja. Biasa juga ditawarkan untuk investasi di Demak, Grobogan, Ungaran, atau Kendal,” cetusnya.

Staf Ahli Bidang Hukum Dan Politik Kota Semarang Musthohar, mewakili Pj Wali Kota menyampaikan, Sembiz memiliki tujuan strategis sebagai sarana promosi potensi dan peluang investasi daerah yang berdampak positif pada perkembangan ekonomi masyarakat. Selain itu forum bisnis ini juga merupakan media untuk mempertemukan para investor dengan pemilik proyek investasi guna memberi peluang kerjasama investasi yang saling menguntungkan.

Pihaknya berharap, Sembiz kali ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai salah satu faktor dalam mendukung peningkatan potensi dan investasi daerah. “Dari keberhasilan penyelenggaraan Sembiz sebelumnya, saya optimis bahwa event kali ini bisa lebih baik, lebih greget di semua segi, terutama dalam membuka kran investasi sebesar-besarnya di Kota Semarang,” ungkapnya.

Di samping itu, lanjutnya, jumlah investasi tahun yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya, bisa memberikan efek terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pemerintah Kota Semarang siap memberikan pelayanan terbaik terkait dengan kebutuhan calon investor yang akan menanamkan investasinya di Kota Semarang,” pungkasnya. (amh/smu)