Supriyatiningsih-web

Pemkab Demak terus berupaya melakukan berbagai terobosan dalam melakukan perlindungan terhadap anak-anak, baik terkait kekerasan, pelecehan seksual maupun kasus lainnya. Termasuk kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan yang berhubungan langsung dengan anak maupun perempuan.

WAHIB PRIBADI, Demak

SAAT ini, Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP2PA) Pemkab Demak telah membentuk tim khusus yang bernama Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) untuk melindungi korban anak maupun perempuan. Tim PPT ini antara lain berasal dari unsur kepolisian; kejaksaan; pengadilan; Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans); Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora); Dinas Kesehatan (Dinkes); Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop); serta KP2PA sendiri.

Menurut Kepala KP2PA Pemkab Demak, Supriyatiningsih, khusus untuk kasus yang menimpa anak-anak, KP2PA biasanya menerima laporan kejadian dari masyarakat dan pihak aparat kepolisian setempat. Sebab, kadang-kadang, korban tidak langsung ke KP2PA, tapi melapor ke kepolisian. Dari adanya laporan itu, kemudian ditindaklanjuti dengan upaya lainnya termasuk pendampingan terhadap korban maupun pelaku yang masih anak-anak.