CANDI BATA: Sarno (baju kuning) dan Haryanto menunjukkan batu bata yang diduga bagian dari candi di Alas Sebokor Dusun Dawung, Kedungpane, Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CANDI BATA: Sarno (baju kuning) dan Haryanto menunjukkan batu bata yang diduga bagian dari candi di Alas Sebokor Dusun Dawung, Kedungpane, Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CANDI BATA: Sarno (baju kuning) dan Haryanto menunjukkan batu bata yang diduga bagian dari candi di Alas Sebokor Dusun Dawung, Kedungpane, Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CANDI BATA: Sarno (baju kuning) dan Haryanto menunjukkan batu bata yang diduga bagian dari candi di Alas Sebokor Dusun Dawung, Kedungpane, Mijen. (PRATONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MIJEN – Sebuah kawasan yang diduga sebagai kompleks candi kembali terdeteksi di wilayah Kecamatan Mijen, Semarang. Penyusun candi ini mirip dengan situs Candi Duduhan, yaitu berupa batu bata. Diduga candi ini dibangun pada masa Mataram Kuno sekitar abad 8-10 masehi.

Tumpukan batu bata berukuran besar dan sebagian sudah pecah-pecah terlihat di tengah Alas Sebokor di Dusun Dawung, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen. Di dalam tanah, diduga masih banyak batu bata lain yang terpendam dan belum dijamah. Sebagian batu bata masih menampakkan profil sebagai bagian dari bangunan candi.

”Dulu saya waktu mencangkul menemukan masih banyak batu bata, dan sekarang masih terpendam di tanah,” tutur Sujiman, 57, warga Dawung yang kali pertama menemukan batu bata tersebut.