HUT BUNDA BUMI: Sejumlah umat bersembahyang di Kelenteng Kebon Jeruk atau TITD Low Lie Bio dalam peringatan HUT Bunda Bumi. Mereka juga mendoakan pelaksanaan pilkada serentak berjalan lancar. (ADITYO DWI/ RADAR SEMARANG)
HUT BUNDA BUMI: Sejumlah umat bersembahyang di Kelenteng Kebon Jeruk atau TITD Low Lie Bio dalam peringatan HUT Bunda Bumi. Mereka juga mendoakan pelaksanaan pilkada serentak berjalan lancar. (ADITYO DWI/ RADAR SEMARANG)
HUT BUNDA BUMI: Sejumlah umat bersembahyang di Kelenteng Kebon Jeruk atau TITD Low Lie Bio dalam peringatan HUT Bunda Bumi. Mereka juga mendoakan pelaksanaan pilkada serentak berjalan lancar. (ADITYO DWI/ RADAR SEMARANG)
HUT BUNDA BUMI: Sejumlah umat bersembahyang di Kelenteng Kebon Jeruk atau TITD Low Lie Bio dalam peringatan HUT Bunda Bumi. Mereka juga mendoakan pelaksanaan pilkada serentak berjalan lancar. (ADITYO DWI/ RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ratusan umat Tridharma memperingati hari Se-Jit (ulang tahun) Yang Mulia Te-Bo (Bunda Bumi) dengan menggelar sembahyang bersama di depan altar pemujaan TITD Low Lie Bio atau Kelenteng Kebon Jeruk, kemarin.

Menurut Ketua Yayasan TITD Low Lie Bio Indra Satya Hadinata, Te-Bo (Bunda Bumi) dalam konsep ajaran Tao adalah Dewi yang mulia penguasa bumi. Di mana keberadaannya mengemban tugas besar di alam semesta. Sementara dalam konsep umat Hindu, juga disebut Dewi Laksmi yaitu merupakan Dewi kebijaksanaan, kesuburan, kemakmuran, keadilan, keberuntungan, kekayaan, dan kecantikan.

”Di daratan Tiongkok semenjak zaman Dinasti Han, pemujaan terhadap Te-Bo merupakan upacara penting kerajaan,” terangnya didampingi Hendro Tjokro Wibowo selaku Bendahara Yayasan.