”Di tiap TPS kami menyiapkan kader penggerak TPS, yang jumlahnya 15-20 orang. Dari mereka kami harapkan bisa mengajak orang dekatnya untuk mencoblos MAZU, minimal satu orang bisa mengajak lima orang,” kata Soemarmo.

Muhaimin Iskandar saat menyampaikan orasi mengatakan, pasangan Soemarmo dan Zuber menurutnya, merupakan sosok pemimpin yang pas untuk mengejar ketertinggalan Kota Semarang dibanding kota besar lain di Indonesia, seperti Surabaya dan Bandung.

”Dengan terpilihnya Marmo-Zuber, kita songsong kemajuan Kota Semarang, kesejahteraan masyarakat Semarang, dan pengembangan potensi Kota Semarang. Diakui atau tidak, selama ini Kota Semarang tertinggal dari kota besar lain. Untuk itu, saya instruksikan kepada jajaran pengurus dan kader PKB di Kota Semarang, warga NU, dan Fatayat NU untuk memilih MAZU di Pilwalkot Semarang 9 Desember nanti,” tegasnya.

Ki Enthus Susmono yang mendapat kesempatan berikutnya mampu menyedot perhatian simpatisan dan pendukung MAZU. Dalang kondang yang kini menjadi Bupati Tegal ini menegaskan, dirinya dan Soemarmo memiliki sejarah hidup yang hampir sama. Termasuk juga kesamaan dengan sejarah hidup Soekarno dan Nelson Mandela. ”Soekarno sebelum jadi Presiden Indonesia juga pernah masuk penjara, Nelson Mandela juga, Ki Entus sebelum jadi Bupati Tegal juga sebelumnya masuk penjara. Semoga nanti Pak Marmo juga bisa kembali jadi Wali Kota Semarang setelah sebelumnya masuk penjara,” tegasnya.

Dirinya berani menjamin Soemarmo tidak akan berbuat macam-macam ketika nanti menjadi Wali Kota Semarang. Dikarenakan, pejabat yang pernah masuk penjara tak mungkin mau mengulanginya lagi. ”Saya yang menjamin, nanti kalau Pak Marmo jadi wali kota tak akan korupsi, kolusi, nepotisme, maupun menerima gratifikasi. Pejabat yang sudah masuk penjara pasti tidak mungkin mau mengulanginya. Berbeda dengan pejabat yang masih belum masuk penjara karena belum konangan,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan ribuan pendukung yang memadati GOR Tri Lomba Juang.