Rohaniwan Islam Harus Peka

278
BINA ROHANIWAN: Rofiuddin selaku Kasi Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah dan Hari Besar Agama Islam menyampaikan materi pada Orientasi Rohaniawan Islam bagi Rumah Sakit di Hotel Quest belum lama ini ini. (istimewa)
BINA ROHANIWAN: Rofiuddin selaku Kasi Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah dan Hari Besar Agama Islam menyampaikan materi pada Orientasi Rohaniawan Islam bagi Rumah Sakit di Hotel Quest belum lama ini ini. (istimewa)
BINA ROHANIWAN: Rofiuddin selaku Kasi Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah dan Hari Besar Agama Islam menyampaikan materi pada Orientasi Rohaniawan Islam bagi Rumah Sakit di Hotel Quest belum lama ini ini. (istimewa)
BINA ROHANIWAN: Rofiuddin selaku Kasi Kemitraan Umat, Publikasi Dakwah dan Hari Besar Agama Islam menyampaikan materi pada Orientasi Rohaniawan Islam bagi Rumah Sakit di Hotel Quest belum lama ini ini. (istimewa)

SEMARANG – Rohaniwan Islam diharapkan peka dengan kondisi pasien yang ditangani. Dengan bersikap peka, para penyuluh diharapkan mampu memberikan masukan yang dapat mengubah haluan hidup pasien.

Hal tersebut ditekankan pada Orientasi Rohaniwan Islam bagi Rumah Sakit yang digelar di Hotel Quest, belum lama ini. Kegiatan itu diadakan Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penaiszawa), Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Panitia, Drs H Rofiuddin, MAg mengatakan, kegiatan ini bagian dari satu upaya kecil yang oleh pendakwah kurang diperhatikan. ”Memang, awal mulanya penyuluh memberikan terapi rohani di rumah sakit, lalu bagi yang sudah tidak ada harapan untuk sembuh dan selanjutnya untuk keluarga yang terguncang karena ditinggalkan,” katanya.

Dia menambahkan, seseorang ketika sakit memang secara kasat mata sakit fisiknya, tapi rohaninya sedang jalan dan butuh kepekaan. Ketika penyuluh bisa menangkap kepekaan itu untuk dimasuki dengan sesuatu yang baik, ternyata itu bisa mengubah haluan hidupnya. ”Terlebih, banyak sekali orang yang berubah haluan setelah musibah sakit yang ditimpakan kepadanya,” ungkapnya.