SEDIMENTASI TINGGI: Kondisi Sungai Kali Kendal banyak banyak endapan lumpur dan sampah memenuhi sungai. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEDIMENTASI TINGGI: Kondisi Sungai Kali Kendal banyak banyak endapan lumpur dan sampah memenuhi sungai. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEDIMENTASI TINGGI: Kondisi Sungai Kali Kendal banyak banyak endapan lumpur dan sampah memenuhi sungai. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEDIMENTASI TINGGI: Kondisi Sungai Kali Kendal banyak banyak endapan lumpur dan sampah memenuhi sungai. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Lambannya normalilsasi sungai membuat sejumlah warga di sekitaran Sungai Kendal was-was, apalagi sekarang memasuki musim banjir. Terutama warga di lima kelurahan di Kecamatan Kendal Kota. Yakni Kelurahan Kebondalem, Pegulon, Ngilir, Balok dan Bandengan. Lima kelurahan tersebut secara letak geografis berada persis ditepian sungai Kali Kendal.

Selain itu, lima daerah tersebut merupakan daerah langganan banjir setiap tahunnya akibat debit air sungai Kali Kendal meluap akibat guyuran hujan. “Daerah saya, memang sudah lama setiap tahun musim hujan selalu menjadi daerah langganan banjir,” keluh Miftah, warga Ngilir, Jumat (27/11).

Dia mengakui, daerah ngilir posisinya sangat rendah dari pada sungai. Apalagi posisi sekarang sepanjang jalan laut menuju TPI Bandengan jalannya ditinggikan, sehingga warga khawatir banjir tahun ini akan lebih parah dari tahun kemarin. “Sebab sekarang posisi rumah itu sudah berada dibawah jalan, sehingga air akan langsung masuk ke rumah,” tambahnya.