DIREKTUR: Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi (ketiga dari kiri) saat melakukan pengecekan kapal tanker. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIREKTUR: Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi (ketiga dari kiri) saat melakukan pengecekan kapal tanker. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sindikat penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilegal jenis premium sebanyak 133 Metrik Ton (MT) yang menggunakan kapal tanker MT.BS 9 berbendera Malabo Mongolia berhasil disergap. Para penyelundup yang diduga dikendalikan oleh warga Malaysia itu disergap oleh tim gabungan petugas Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DI Jogjakarta, Polda Jateng, dan Pangkalan TNI Angkatan Laut, saat bersandar di Perairan Parang, Karimun Jawa, Jepara.

”Atas informasi intelijen, Bea Cukai bekerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut, dan Polda Jateng, berhasil melakukan penyergapan terhadap kapal tersebut pada Sabtu (14/11) lalu,” kata Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi saat memberi keterangan pers di kantor Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Jateng, Jumat (27/11).

Diketahui, kapal yang memiliki Nomor Register 29941294 dan Nomor OMI/IMO 9079676 itu bermuatan sebanyak 133 Metrik Ton atau kurang lebih 133 ribu liter BBM jenis premium. ”Fakta yang didapat bahwa kapal tersebut tidak memiliki dokumen. Begitu pun muatan sebanyak 133 Metrik Ton BBM jenis premium itu juga tidak memiliki dokumen,” ujarnya.