MANYARAN – Pengerjaan proyek pembangunan kolam retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Kota Semarang tahun 2014 yang diklaim selesai 97 persen ternyata sudah melewati batas akhir masa pekerjaan. Namun demikian pihak supplier beton pengerjaan masih saja mengirim beton karena permintaan PT Harmoni International Technology (HIT).

Hal itu terungkap dalam sidang pemeriksaan 3 saksi terhadap dua terdakwa, Handawati Utomo dan Tri Budi Purwanto, Direktur serta Komisaris PT HIT atas kasus dugaan korupsi pekerjaan proyek tersebut di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (25/11) malam.

Sebelum dimulainya sidang terdakwa terlihat sudah tiba di pengadilan Tipikor sekitar pukul 13.00, kedua terdakwa kebanyakan hanya diam di dalam ruang tahanan dan sesekali keluar untuk duduk-duduk di kursi yang ada di dekat pintu belakang pengadilan. Sidang tersebut baru berlangsung dari 19.24-22.20 WIB dengan 3 saksi yang diperiksa secara terpisah yakni, Project Manager (Kepala Proyek) PT HIT, Edy Tri Budiyanto; Direktur CV Heka Pratama, Satria Agung dan Sales Marketing PT SCG Readimic Indonesia, Hery Agung Riyadi.

Dalam kesaksiannya, Edy Tri Budiyanto mengakui bahwa proyek kolam retensi tersebut sesuai kontrak dikerjakan 1 September berakhir 29 Desember 2014. Namun ternyata proses pekerjaan di lapangan ada kendala lahan karena pembebasanya belum dilakukan.

”Pembersihan lahan dibebankan pada PT HIT. Ternyata lahannya belum terbuka, masih banyak pohon pisang dan jaring-jaring tambak, padahal kami sudah bawa alat tapi warga gak boleh karena belum ada ganti rugi. Dengan adanya masalah itu, kami sampaikan ke Dinas PSDA ESDM dan Komisaris PT HIT (Tri Budi, Red),” kata Edy Tri di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Andi Astara.

Edy juga menyatakan, dalam adendum perpanjangan waktu sebenarnya dirinya sudah berpikir ke masalah tersebut akan tetapi karena proyek anggaran APBD sehingga tidak bisa dilakukan. Ia juga mengakui akibat masalah tersebut sampai akhir 29 Desember 2014 proyeknya baru selesai 90an persen, di antaranya yang belum selesai rumah jaga, rumah pompa kekurangan pada sheetpile dan pile cap.

”Walaupun sudah deadline masa pekerjaan, tapi pekerjaan proyek tersebut masih dilanjutkan lagi dan kami terus bekerja sampai 9 Januari 2015 selesai sekitat 97 persen. Sekarang kolam retensi sudah bisa jalan dan beroperasi tapi sejak Januari saya tidak pernah melihat. Pimpinan saya yang sering ke lapangan Pak Tri Budi,” sebutnya.