Jamkesmas Pasien Ditolak BPJS Rumah Sakit

Keluarga Korban Gas Beracun Kecewa

399
TAK DILAYANI: Sumari, 56, (tengah) bersama Nur Hadi dan Ahmad Sulkin menunjukkan berkas pengajuan jamkesmas milik pasien M Ridwan yang ditolak pihak BPJS RSUD Sunan Kalijaga, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK DILAYANI: Sumari, 56, (tengah) bersama Nur Hadi dan Ahmad Sulkin menunjukkan berkas pengajuan jamkesmas milik pasien M Ridwan yang ditolak pihak BPJS RSUD Sunan Kalijaga, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK DILAYANI: Sumari, 56, (tengah) bersama Nur Hadi dan Ahmad Sulkin menunjukkan berkas pengajuan jamkesmas milik pasien M Ridwan yang ditolak pihak BPJS RSUD Sunan Kalijaga, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
TAK DILAYANI: Sumari, 56, (tengah) bersama Nur Hadi dan Ahmad Sulkin menunjukkan berkas pengajuan jamkesmas milik pasien M Ridwan yang ditolak pihak BPJS RSUD Sunan Kalijaga, kemarin. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Maksud hati agar dapat meringankan beban pembiayaan perawatan di rumah sakit, namun kartu Jamkesmas yang biasa dipakai untuk jaminan kesehatan justru ditolak oleh pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) RSUD Sunan Kalijaga Demak.

Seperti yang dialami M Ridwan, 23, menantu Sumari, 56, warga RT 1 RW 4, Dukuh Bandengan, Kecamatan Wedung. M Ridwan merupakan salah satu korban gas beracun asap genset yang kondisinya hingga kini masih belum sadarkan diri dan dirawat diruang ICU, rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Nur Hadi, 57, (saudara Sumari) mengatakan, dari korban genset itu, hanya M Ridwan yang memiliki kartu jamkesmas. Sedangkan, korban lainnya yakni Saefudin, 16, dan Surotun Muarifah,21, (istri M Ridwan) tidak memiliki kartu jamkesmas. Namun, setelah diperjuangkan ke Dinas Kesehatan setempat, Saefudin telah menerima bantuan dari jamkesda. Sedangkan, Surotun, kakak Saefudin yang kini dirawat di RS Columbia Asia Semarang belum dapat bantuan pembiayaan. Akibatnya, keluarga korban harus pontang panting mencari hutangan untuk membayar biaya perawatan di ICU yang sangat mahal itu. “Jadi, kita dari pihak keluarga kecewa berat karena jamkesmas M Ridwan ditolak BPJS,” ujar Nur Hadi.