SALATIGA – Rangkaian peringatan HUT Korpri ke 44 tahun ini ternyata memunculkan banyak keluhan. Keluhan yang mencuat adalah mengenai penarikan iuran seluruh anggota yang jumlahnya sekitar 4.000 PNS. Potongan iuran untuk peringatan HUT besaran yang variatif bergantung kepada golongan dan jabatannya.

“Saya tidak tahu bagaimana pengambilan keputusannya. Namun dari edaran yang diterima, saya harus membayar iuran puluhan ribu rupiah,” jelas salah satu PNS yang enggan disebutkan namanya. Hal senada diungkapkan PNS lainnya yang merasa iuran tersebut terkesan dipaksakan.

Dasar keluhan adalah tidak adanya imbal balik yang dirasakan langsung oleh para anggota. “Misalnya ada yang meninggal, apakah ada ucapan atau karangan bunga dari Korpri? Atau mengenai pembagian perumahan PNS, yang bisa dilihat justru banyak yang sudah punya rumah,” keluh salah satu PNS yang enggan disebutkan namanya.

Iuran itu tercantum dalam surat edaran 236/004/DPK/X/2015 perihal iuran HUR Korpri ke 44. Disebutkan jika semua anggota korpri diminta membayar iuran dengan besaran mulai Rp 30 ribu untuk PNS golongan I, Rp 35 ribu PNS golongan II, Rp 40 ribu PNS golongan III dan Rp 45 ribu PNS golongan IV. Kemudian eselon IV Rp 50 ribu, eselon III Rp 75 ribu dan eselon IV Rp 100 ribu.

Disebutkan juga dalam surat itu bahwa dana iuran itu juga digunakan untuk pembelian kupon yang wajib bagi seluruh anggota Korpri. Sementara jika untuk umum, harga tiket jalan sehat senilai Rp 25 ribu dengan hadiah satu unit rumah. “Jika dirata – rata misalnya Rp 50 ribu maka iuran terkumpul mencapai Rp 200an juta. Belum jika ada dana dari sponsor,” imbuh dia.

Sementara itu, Sekretaris Korpri Kota Salatiga Valentino Haribowo membenarkan hal tersebut. Menurutnya, iuran tidak menyalahi aturan karena sesuai dengan AD/ART Korpri yang menyebutkan semua kegitan dibiayai bersama oleh anggota. Selain itu, besaran iuran telah diputuskan dalam rapat yang disepakatiseluruh peserta. “Uang iuran yang terkumpul juga kembali ke anggota. Mulai dari lomba, pasar murah hingga snak untuk upacara Korpri Senin (30/11) lusa,” jelas Valentino melalui telepon pribadinya. (sas/zal)