Dewan Desak Kebut Penyerapan Anggaran

186

SEMARANG – DPRD Jawa Tengah mendesak jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) untuk mengebut penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Tengah 2015 agar sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tidak tinggi.

”Sekarang sudah mendekati akhir tahun anggaran sehingga waktu penyerapan APBD 2015 sudah mepet. Saya lihat ada program yang dianggarkan pada tahun ini belum selesai seperti program infrastruktur,” kata anggota Komisi A DPRD Jateng Amir Darmanto. Ia memperkirakan Silpa pada APBD 2015 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. ”Salah satu indikasinya adalah banyak bantuan dana hibah yang tidak terserap akibat adanya peraturan penerima harus berbadan hukum,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, program infrastruktur di kabupaten/kota juga belum banyak yang terserap. Dia mendorong kepada pengguna anggaran untuk mempercepat penyerapan anggaran. ”Jangan dipersulit, kalau dikerjakan akhir tahun semua maka mutunya akan jelek, mumpung ini masih ada waktu segera selesaikan program yang telah direncanakan sebelumnya,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan bahwa penyerapan APBD Jateng 2015 pada akhir September lalu sudah 68 persen. Menurut dia, biasanya anggaran itu banyak terserap pada November 2015 karena pihak ketiga kadang-kadang menunggu akhir tahun.

Ia memprediksi anggaran yang tidak terserap sekitar 5 persen dari total APBD Jateng 2015 sebesar Rp 19,631 triliun. ”Ini momentum untuk mengebut program yang belum terlaksana,” ujarnya.

Dia mengaku sudah meminta kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk mempercepat penyerapan anggaran. ”Saya juga sudah meminta tiap SKPD melihat prediksi Silpa, realisasi fisik dan keuangannya,” katanya. (ric/ce1)