DEMI PENGABDIAN: Bidan Anik Setia Indah dan motor trail-nya dalam bertugas. (DOKUMEN KELUARGA/WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEMI PENGABDIAN: Bidan Anik Setia Indah dan motor trail-nya dalam bertugas. (DOKUMEN KELUARGA/WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK — Kisah bidan Anik Setia Indah, 31, yang meninggal usai menolong proses kelahiran warga di wilayah terpencil di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ramai dibicarakan di dunia maya. Sebab, perempuan kelahiran Demak, 31 Mei 1984 tersebut meninggal saat sedang hamil 8 bulan. Kandungannya mengalami kontraksi berat lantaran kecapekan. Akibatnya, ia harus menjalani operasi caesar di RSUD Landak, Kabupaten Landak, Kalbar untuk mengambil anaknya yang diketahui telah meninggal di dalam perut. Dalam operasi ini, nyawa Anik tidak terselamatkan lantaran kehabisan darah.

Sebelum menjalani operasi, darah dan cairan memang sudah banyak yang keluar hingga bidan Anik tidak kuat menahan rasa sakitnya. Kematian Anik dan bayinya yang lahir belum genap 9 bulan ini membuat pihak keluarganya di Dukuh Muteran, RT 5 RW 1, Desa Kedungori, Kecamatan Dempet Kabupaten Demak, hingga kemarin masih berduka.

Anik meninggal pada Jumat petang (20/11) sekitar pukul 17.00 karena tidak segera mendapatkan donor darah golongan A yang dibutuhkannya. Jenazah Anik dimakamkan di kampung halamannya pada Sabtu (21/11) lalu setelah menempuh perjalanan jauh dari Pontianak Kalbar lewat Bandara Adi Sucipto, Jogjakarta.