Pertanyaan :
Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh Allah SWT, saya ingin meminta penjelasan mengenai orang yang matinya tidak dikubur. Apakah orang yang meninggal tidak dikubur tidak mendapatkan siksa? Kemudian bagi orang yang meningal pada malam Jumat, apakah dia aman dari siksa kubur juga? Demikian pertanyaan saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah
Fathan, di Demak 087834457xxx

Jawaban :
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Fathan di Demak yang saya hormati dan juga dirahmati Allah SWT. Sangatlah beruntung apabila kita jauh dari azab kubur dan dekat dengan nikmat kubur. Imam Abdus as-Salam al-Laqoni menjelaskan, di antara nikmat kubur adalah diluaskan tempat kuburnya, diberikan lentera di pusaranya, dibukakan jendela surga yang masuk ke pintu kuburnya, kuburnya semerbak bau harum, kuburnya dijadikan taman surga.

Berbeda dengan azab kubur, dalam kitab al-Mu’taqadat karya Syaikh Abu al-Mu’in al-Nasafi al-Hanafi diterangkan, Kalangan Ahli Sunnah wal Jamaah berpendapat bahwa azab kubur itu memang benar adanya.

Ketika menghadapi kondisi ini, orang mukmin terbagi atas dua kondisi, apabila dia adalah mukmin yang taat, maka dia tidak akan memperoleh siksa dan tetap mendapat impitan kubur dan kengeriannya. Jika seorang mukmin itu bermaksiat, maka dia akan memperoleh siksa dan tetap mendapat impitan kubur.

Tetapi perlu diketahui, bahwa siksa kubur tersebut akan terhenti sampai hari Jumat, kemudian siksaan itu tidak terulang kembali sampai hari kiamat. Maka, dari sini banyak orang mengambil pemahaman jika seseorang meninggal pada hari dan atau malam Jumat, maka siksaan dan impitan kubur yang didapat itu sesaat, kemudian siksaan itu terhenti.