SEMINAR- Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian saat memaparkan materi tentang perlindungan anak-anak dari kekerasan. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
SEMINAR- Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian saat memaparkan materi tentang perlindungan anak-anak dari kekerasan. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
SEMINAR- Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian saat memaparkan materi tentang perlindungan anak-anak dari kekerasan. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
SEMINAR- Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian saat memaparkan materi tentang perlindungan anak-anak dari kekerasan. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Kondisi anak-anak di Kabupaten Semarang sudah sangat memprihatinkan. Selain menjadi korban kekerasan, banyak juga anak-anak yang terpaksa terlibat dalam masalah kriminalitas. Bahkan dari catatan Polres Semarang dalam satu tahun ada 20 anak yang masih dibawah umur terlibat kasus kriminalitas.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Semarang, AKP Herman Sophian mengatakan, dari dua puluh anak pelaku kejahatan, 15 anak diantaranya diproses sampai Pengadilan. Selain diproses di pengadilan juga dilakukan diversi terhadap 5 anak karena tindak kejahatan ringan dan masih di bawah 12 tahun. Dari Lima belas kasus yang melibatkan anak dan diproses sampai ke Pengadilan itu karena ancaman hukumannya di atas tujuh tahun penjara dan adanya pengulangan tindak kejahatan.

“Kebanyakan anak-anak itu terlibat dalam kejahatan pembegalaan, pencurian sepeda motor dan aksi pencurian lainnya,” tutur AKP Herman, dalam seminar ‘Ayo Peduli, Lindungi Anak Dari Kekerasan di Kabupaten Semarang’ dalam rangka Pencanangan Kampanye 16 Hari Tanpa Kekerasan di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (26/11) kemarin.