CARA BARU: Salah seorang tersangka merekonstruksikan kejahatan pecah kaca menggunakan serpihan busi. Insert, serpihan busi yang digunakan pelaku. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
CARA BARU: Salah seorang tersangka merekonstruksikan kejahatan pecah kaca menggunakan serpihan busi. Insert, serpihan busi yang digunakan pelaku. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
CARA BARU: Salah seorang tersangka merekonstruksikan kejahatan pecah kaca menggunakan serpihan busi. Insert, serpihan busi yang digunakan pelaku. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
CARA BARU: Salah seorang tersangka merekonstruksikan kejahatan pecah kaca menggunakan serpihan busi. Insert, serpihan busi yang digunakan pelaku. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sepuluh orang pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil dibekuk oleh aparat Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jateng. Kesepuluh pelaku tersebut terbagi ke dalam dua komplotan berbeda dan tidak berhubungan. Tapi kedua komplotan tersebut memiliki kesamaan dalam modus yang digunakan dan wilayah aksi. Diketahui kedua komplotan tersebut telah beraksi di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

”Ada dua komplotan berbeda. Komplotan satu ada enam orang dan komplotan kedua ada empat orang. Untuk komplotan kedua masih ada satu tersangka yang dalam pengejaran (buron, Red). Ada dua tersangka yang terpaksa ditembak karena melawan dan berusaha kabur saat akan ditangkap,” kata Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha, dalam gelar perkara di kantor Dit Reskrimum, kompleks Mapolda Jateng, Semarang, Rabu (25/11).