PN Tolak Praperadilan

249

KENDAL – Praperadilan yang diajukan empat tersangka kasus korupsi kursi Stadion Utama Kebondalem Kendal ditolak Pengadilan Negeri Kendal, Rabu (24/11) kemarin. Keempat tersangka yang mengajukan gugatan praperadilan yang ditolak FH penyedia barang, DA Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, ST salah seorang PNS Dinas Pemuda dan Olahraga serta BS salah seorang mantan PNS Dinas Pemuda dan Olahraga.

Hakim Monita Honeisty S SH saat membacakan putusan, mengatakan jika salah satu tersangka yakni BS telah memenuhi criteria alat bukti dugaan korupsi walaupun belum terlihat berapa kerughian negara. “ Permohonan praperadilan ditolak karena alat bukti sudah cukup,” katanya.

Kajari Kendal Yeni Andriani, menambahkan jika lima tersangka yang telah ditetapkan penyidik dan mengajukan gugatan praperadilan semuanya ditolak oleh majelis hakim. “ Ditolaknya praperadilan sudah sesuai dengan aturan, alat bukti yang ditemukan pun sudah mencukupi,” tambahnya.

Dari lima tersangka, hanya satu tersangka yang tidak mengajukan gugatan praperadilan yakni CU yang merupakan mantan pegawai negeri sipil (PNS) Dinpora Kendal. Gugatan praperadilan sendiri merupakan hak dari para tersangka. Yeni memastikan jika proses hukum akan tetap berjalan dan segera dilimpahkan ke Pengadilan. “ Prosesnya akan terus berjalan,” tuturnya.

Sementara itu kuasa hukum salah satu tersangka yakni BS, Nasro SH mengatakan jika keputusan majelis hakim dengan menolak gugatan praperadilan merupakan pemanasan untuk mengungkap kasus tersebut. “ Kami ingin mengungkap sejauh mana proses kasusnya, kami juga mempersiapkan upaya hukum yang lebih lanjut,” tambahnya. (den/fth)