SEMARANG – Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati kemarin, rupanya bukan menjadi kado spesial bagi 589 Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kota Semarang. Pasalnya, mereka tidak termasuk GTT-PTT yang bakal mendapatkan kenaikan gaji menjadi Rp 1,9 juta per bulan pada 2016 mendatang. Hal itu lantaran ke-589 GTT-PTT tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat berdasarkan kriteria yang telah ditentukan Pemkot Semarang.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Imam Marjuki, mengatakan, telah melakukan pembahasan antara Komisi D DPRD Kota Semarang dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang terkait tunjangan kenaikan gaji GTT-PTT. Sementara jumlah GTT-PTT di Kota Semarang mencapai 2.556 orang.

”Berdasarkan rapat antara Komisi D dan Dinas Pendidikan Kota Semarang tidak semua GTT-PTT menerima kenaikan gaji. Dari 2.556 GTT-PTT, ada sebanyak 589 atau 23 persen yang tidak memenuhi syarat untuk menerima kenaikan gaji,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (25/11) kemarin.

Dijelaskan, syarat dan ketentuan yang diberlakukan agar menerima kenaikan gaji menjadi Rp 1,9 juta salah satunya GTT-PTT diwajibkan berijazah sarjana S1. Mereka yang memenuhi persyaratan nantinya akan dilakukan kontrak kerja, sehingga harus ada standar dan kriteria yang dipenuhi. ”Sehingga GTT-PTT yang tidak memenuhi ketentuan, tidak akan menerima kenaikan gaji seperti rekan-rekannya yang lain,” tandasnya.

Dia menambahkan, untuk masa kerja GTT-PTT, diputuskan tidak sebagai syarat pertimbangan. Sehingga seluruh GTT-PTT akan dianggap sama masa kerjanya. Diakui, hal itu bakal memunculkan rasa iri. ”Untuk masa kerja akan diabaikan. Jadi semua GTT-PTT digebyah uyah mendapat tunjangan atau gaji yang sama, tapi khusus bagi mereka yang sudah berijazah S-1. Diharapkan mereka bisa saling memahami dan mengerti,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk memberikan atensi kepada para GTT-PTT di sejumlah sekolah negeri, karena pendidikan sangat penting. Saat ini, kata dia, jumlah GTT-PTT di Kota Semarang tercatat sebanyak 2.556 orang. Mereka berasal dari 338 SD, 41 SMP, dan 11 SMA negeri, serta UPTD Pendidikan di 16 kecamatan.