SMK Negeri 2 Tahan Ijazah Lima Tahun

317
MENGADU: Suparti, ibunda Nia Oktaviani (paling kiri) saat mengadukan kasus penahanan ijazah putrinya kepada warga. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU: Suparti, ibunda Nia Oktaviani (paling kiri) saat mengadukan kasus penahanan ijazah putrinya kepada warga. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU: Suparti, ibunda Nia Oktaviani (paling kiri) saat mengadukan kasus penahanan ijazah putrinya kepada warga. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGADU: Suparti, ibunda Nia Oktaviani (paling kiri) saat mengadukan kasus penahanan ijazah putrinya kepada warga. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Penahanan ijazah yang dilakukan oleh pihak sekolah kembali terjadi. Kali ini, dialami Nia Oktaviani, alumnus SMK Negeri 2 Semarang. Saat ditemui di rumah kontrakannya bersama kedua orang tuanya di Kampung Dempel Barat RT 06 RW 08 Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari, Nia menceritakan, penahanan dilakukan sejak lima tahun silam, tepatnya pada 2010.

Dikatakan Nia, dirinya hendak mengambil ijazah, namun harus membayar sebesar Rp 2 juta kepada pihak SMKN 2 Semarang. Karena pekerjaan orang tua Nia yang hanya sebagai buruh serabutan dan tidak tentu hasilnya, akhirnya niatnya untuk dapat mengambil ijazah harus diurungkan karena terbentur biaya.

”Karena tidak punya biaya, saya tidak boleh mengambil ijazah oleh pihak guru jika belum membayar sejumlah uang tersebut. Orang tua saya pekerjaannya hanya serabutan menjadi tukang sablon dengan penghasilan tidak menentu,” ucapnya, Selasa (24/11).