Mirna Kritisi Gerakan Kendal Cerdas

312
PILIH NOMOR 2: Calon Bupati Kendal Mirna Annisa mendapatkan sambutan meriah dari para kadernya usai Debat Terbuka Kandidat yang digelar KPU Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PILIH NOMOR 2: Calon Bupati Kendal Mirna Annisa mendapatkan sambutan meriah dari para kadernya usai Debat Terbuka Kandidat yang digelar KPU Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PILIH NOMOR 2: Calon Bupati Kendal Mirna Annisa mendapatkan sambutan meriah dari para kadernya usai Debat Terbuka Kandidat yang digelar KPU Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PILIH NOMOR 2: Calon Bupati Kendal Mirna Annisa mendapatkan sambutan meriah dari para kadernya usai Debat Terbuka Kandidat yang digelar KPU Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Calon Bupati Kendal, Mirna Annisa (Manis) kembali melontarkan uneg-unegnya akan buruknya manajemen birokrasi di pemerintahan Kendal selama lima tahun terakhir. Yakni, pendidikan di Kendal yang selama ini terkesan mahal dan jauh dari jangkauan masyarakat.

Mirna mengkritisi soal program Kendal Cerdas yang selama tiga tahun terakhir ini digembar-gemborkan. Menurut Mirna, Gerakan Kendal Cerdas, hanyalah sebatas wacana saja. Sebab, tidak ada realisasi dari pemerintah untuk benar-benar mengawal pendidikan hingga 14 tahun. “Malah yang terjadi justru pendidikan di Kendal mahal, karena banyak pungutan liar di mana-mana,” katanya.

Selain itu, kata dia, yang terjadi, justru banyak warga miskin yang putus sekolah. Bukan wajar 14 tahun ataupun wajar 12 tahun, tapi baru 9 tahun atau lulusan SMP sudah tidak berani melanjutkan sekolah karena dianggap sekolah itu mahal. Dan banyak kasus, ijazah sekolah siswa ditahan lantaran tidak mampu membayar iuran sekolah.