Bidik Segmen Premium

844
TREN KULINER: Pengunjung memilih makanan di Angkringan Polke di Jalan Pamularsih Semarang. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TREN KULINER: Pengunjung memilih makanan di Angkringan Polke di Jalan Pamularsih Semarang. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TREN KULINER: Pengunjung memilih makanan di Angkringan Polke di Jalan Pamularsih Semarang. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TREN KULINER: Pengunjung memilih makanan di Angkringan Polke di Jalan Pamularsih Semarang. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Angkringan, atau orang Semarang menyebutnya nasi kucing, agaknya sudah naik kelas. Jika dulu hanya diminati kalangan menengah ke bawah, kini sudah mulai dilirik orang berkecukupan. Apalagi, belakangan, angkringan sudah disulap menjadi seperti cafe. Menyediakan tempat duduk dan meja yang nyaman, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti hot spot wifi, televisi, hingga live music.

Seperti Angkringan Polke di Jalan Pamularsih Semarang. Angkringan yang baru soft opening beberapa waktu lalu ini menyediakan fasilitas sarat cafe premium dengan suguhan menu dan harga khas nasi kucing. Pemilik angkirngan Renowati Nurtanti Astari mengaku, mendapat konsep cafe angkringan ini lantaran ada permintaan pasar yang butuh tempat nyaman untuk nongkrong. “Dan pasti harganya murah meriah,” cetusnya.

Tersedia aneka menu yang dibanderol dari Rp 500-Rp 6.500. Untuk menu nasi bungkus, ada 10 varian. Sebut saja nasi teri, orak-arik pedo, ayam krispy, dan menu-menu yang kerap ditemui di nasi kucing. Sementara minumannya pun tidak jauh beda. Dari yang biasa dipesan orang seperti teh, jeruk, jahe, atau kopi, hingga wedang uwuh dan wedang ronde. Tersedia juga camilan pendamping seperti gorengan, sate telur puyuh, kerupuk, kepala ayam, ceker ayam, dan masih banyak lagi.