CEK PASAR: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarmo, berkomunikasi dengan pedagang di Pasar Bulu Semarang, kemarin. (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK PASAR: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarmo, berkomunikasi dengan pedagang di Pasar Bulu Semarang, kemarin. (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK PASAR: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarmo,  berkomunikasi dengan pedagang di Pasar Bulu Semarang, kemarin. (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK PASAR: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarmo, berkomunikasi dengan pedagang di Pasar Bulu Semarang, kemarin. (TRI SUTRISTYANINGSIH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui empat bank milik pemerintah hingga akhir tahun 2015 ditarget mencapai Rp 20 triliun. Keempat bank yang bertugas menyalurkan KUR yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN.

Penegasan ini dikemukakan Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarmo, ketika melakukan kunjungan di Pasar Karangayu Semarang, kemarin. Menurutnya empat bank milik pemerintah ini harus kerja ekstra keras dalam mempercepat penyaluran KUR, dalam rangka menghadapi persaingan pasar bebas ASEAN.

Sesuai permintaan presiden, KUR harus cepat disalurkan, untuk itu emapt bank pemerintah ini harus melakukan sibergi. Penyaluran KUR sangat penting, pedagang kecil yang membutuhkan kredit seperti ini. “Sampai saat ini penyaluran KUR dari empat bank baru mencapai Rp 14 triliun, dan hingga akhir tahun ditarget mencapai Rp 20 triliun,” ujarnya.

BRI , menurut Rini hingga akhir bulan ini bisa menyalurkan Rp 10 triliun, sedangkan BNI dan Mandiri Rp 3 triliun lagi. Guna mempercepat penyaluran KUR, sinergi tidak terbatas hanya pada segmnentasi pasar, tetapi juga bekerjasama dalam hal teknologi. Tujuannya supaya capital expenditure (pengeluaran modal) untuk sistem tidak berganda sehingga diharapkan dapat menghemat biaya.