E-KTP Masih Bisa Dipalsukan

203

SEMARANG – Sejak awal peluncuran Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP, ternyata masih ditemukan masalah yang terjadi di masyarakat. Fungsinya belum seperti yang diharapkan. Sebab, meski sudah e-KTP, ternyata masih saja tetap digunakan secara manual dengan difotokopi.

Pakar Teknologi Informasi (IT) Universitas Dian Nuswantoro Semarang, Solichul Huda mengatakan, e-KTP yang diterapkan oleh pemerintah sejak 2012 ini memiliki manfaat tambahan ketimbang KTP manual. Di antaranya, mencegah dan menutup peluang terjadinya KTP ganda, terutama pada penduduk yang sering berpindah tempat. Baik pindah tempat kerja atau karena kepentingan keluarga.

”Berpindahnya penduduk, hanya perlu dilakukan penggantian alamat baru tanpa perlu penggantian Nomor Induk Kependudukan (NIK). Setiap penduduk hanya memiliki satu NIK secara nasional,” kata Huda kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Dikatakannya, e-KTP dapat mendukung pemerintah dalam mengadakan kegiatan nasional yang memerlukan database kependudukan secara akurat, seperti daftar pemilih tetap (DPT) pemilu. Pengaturan DPT pemilu hanya memerlukan proses sedikit analisis dan pengelompokan terhadap data kependudukan yang ada.

”Karenanya, jika e-KTP sudah selesai diterapkan untuk seluruh penduduk, maka kasus kisruh DPT yang sering terjadi dalam setiap pilkada tidak akan terulang kembali,” ungkapnya.

Menurut Huda, jika penerapan e-KTP mampu dilakukan maksimal, maka pemalsuan identitas oleh para pelaku kejahatan perbankan, teroris, akan juga diminimalisasi dengan e-KTP ini.

”Mereka akan kesulitan memalsu data penduduk, karena ada kunci yang tidak dapat diketahui oleh para pengganda. Kunci tersebut dapat berupa sidik jari yang tidak terlihat secara kasat mata,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, dengan diberlakukannya e-KTP secara nasional, maka akan mempermudah masyarakat untuk memperoleh pelayanan dari lembaga pemerintah dan swasta, karena tidak memerlukan KTP setempat. ”Sebagai contoh, pelayanan kesehatan pada puskesmas, pemberian raskin dan lain-lain,” ujarnya.