SALAHI ATURAN: Sejumlah petugas Satpol PP Linmas terpaksa membongkar bangunan yang melanggar aturan di kawasan Kalibanteng Kulon, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SALAHI ATURAN: Sejumlah petugas Satpol PP Linmas terpaksa membongkar bangunan yang melanggar aturan di kawasan Kalibanteng Kulon, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG KULON – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Satpol PP Linmas) Kota Semarang membongkar dua bangunan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Jalan Kalibanteng Kulon, karena dianggap mengganggu arus lalu lintas.

”Pembongkaran bangunan permanen ini karena d itikungan jalan, mengganggu arus lalu lintas. Selain itu, di lokasi juga sedang berlangsung aktivitas proyek pemerintah yakni perbaikan talut dan jalan,” tegas Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir.

Kusnandir menambahkan, sebelum melakukan pembongkaran pihaknya berkali-kali memberikan peringatan. Hingga batas waktu, pemilik belum juga membongkar bangunan. Hingga akhirnya, pihak satpol PP mengambil tindakan tegas yakni membongkar bangunan tersebut. ”Karena berkali-kali sudah diperingatkan dan sampai batas waktu tidak segera pindah, maka kami terpaksa membongkar bangunan ini,” imbuhnya.

Sementara, Kasi Operasional Satpol PP Kota Semarang, Sudibyo menambahkan, di samping dua bangunan PKL mengganggu arus lalu lintas dan mengganggu aktivitas proyek pemerintahan, tempat ini rencananya juga akan dijadikan untuk gapura warga. ”Dari dasar itulah, kami bersama 40 anggota satpol dan dibantu pihak kelurahan yang secara langsung datang ke lokasi membongkar paksa bangunan,” tandasnya. (dit/zal/ce1)