20 Persen Guru SD Gagap Teknologi

187

SEMARANG – Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kota Semarang yang masih berlangsung saat ini didapati beberapa permasalahan yang dialami para guru. Hal itu diketahui dari bahan evaluasi Dinas Pendidikan Kota Semarang.

Saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, menjelaskan, beberapa persoalan dalam UKG tersebut di antaranya beberapa guru tingkat Sekolah Dasar (SD) masih ada yang belum melek teknologi alias gaptek (gagap teknologi).

”20 persen guru SD di Kota Semarang masih kurang dalam penggunaan IT (teknologi informasi). Faktor usia memengaruhi. Banyak dari mereka yang masih kebingungan dalam menggunakan IT. Kita sebagai guru, harus mengikuti perkembangan teknologi,” kata Bunyamin, Senin (23/11).

Hal tersebut akan menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan Kota Semarang. Menurut Bunyamin, faktor usia seharusnya tidak menjadi alasan bagi para guru untuk tidak mempelajari perkembangan teknologi. Pasalnya, hal tersebut dapat berpengaruh kepada pembelajaran siswa.

”Meskipun kita guru, namun kita tetap haruslah belajar. Baik itu perkembangan teknologi maupun perkembangan ilmu yang kita ajarkan. Misalnya, guru otomotif harus tetap meng-up date ilmu yang ia miliki. Sehingga materi yang tersampaikan ke siswa dapat maksimal,” katanya.

Selain itu, dalam UKG di Kota Semarang juga dijumpai guru yang tidak mengikuti uji kompetensi. Ketidakikutsertaan mereka dalan UKG dikarenakan beberapa hal, antara lain karena sakit dan beberapa guru telah pindah ke daerah lain. Meski begitu, jumlahnya tidak terlalu banyak.

”Kurang dari 10 persen. Namun bagi guru yang tidak mengikuti UKG karena sakit, nantinya tetap akan mendapatkan UKG susulan. Untuk waktu dan tempatnya memang hingga kini Disdik belum menerima pemberitahuan,” ujarnya.