Tangani Bencana, Gelontorkan Rp 225 Juta

159

KENDAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal menganggarkan dana sebesar Rp225 juta untuk penanganan bencana alam. Alokasi ini hanya digunakan menangani penanggulangan bencana alam saat musim penghujan.

Plt Kepala BPBD Kendal, Slamet mengatakan, anggaran rencananya akan digunakan sebagai bantuan logistic. Seperti mie instan, beras, dan minyak goreng, sebesar Rp 150 juta. Sedangkan untuk kegiatan sosialisasi pencegahan dan kesiapsiagaan bencana dianggarkan Rp 75 juta. “Dana ini khusus untuk penanggulangan bencana. Sementara untuk anggaran lainnya yang diperuntukan bagi UPTB Damkar dan SAR bahurekso Kendal, namun besarannya tidak bisa kami sebutkan,” katanya kemarin.

Menurutnya, dalam penanganan bencana di musim penghujan, pihak BPBD akan sudah mempersiapkan berbagai peralatan yang diperlukan untuk penanganan bencana. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan stakeholder lainnya untuk memberikan bantuan bila diperlukan. “Untuk musim penghujan, bahaya longsor yang ada di wilayah Kabupaten Kendal, telah ada Posko Siaga Bencana yang khusus didirikan di Desa Tlogo Payung, Kecamatan Plantungan. Wilayah ini dipilih karena letaknya pas ditengah dari berbagai titik longsor yang ada,” ujarnya.

Slamet menjelaskan musim penghujan tahun ini ini , tercatat sebanyak 62 desa di daerah Kendal bagian atas seperti Kecamatan Limbangan, Singorojo, Patean, Sukorejo, Plantungan dan Pageruyung masuk zona rawan terjadinya tanah longsor. Sementara 68 desa di Kendal bawah, yakni di Kecamatan Kendal, Patebon, Cepiring, Rowosari, dan Brangsong masuk zona daerah rawan banjir. Pihaknya pun telah melakukan pemetaan tersebut adalah hasil dari prediksi pada musim hujan tahun lalu.

Kawasan zona rawan longsor dan banjir tidak berubah atau terhitung sama. ” Bencana alam berupa longsor biasanya terjadi di Kendal bagian atas atau sebelah selatan Kendal kota seperti Sukorejo, Pageruyung, Patean, Plantungan dan lainnya,” jelasnya.