Pembebasan Lahan Jalan Sriwijaya Gagal

Warga Minta Relokasi Bedol Deso

227

SRIWIJAYA – Pembebasan lahan untuk proyek pelebaran Jalan Sriwijaya tahap pertama gagal dilakukan. Padahal pemkot melalui Dinas Bina Marga telah menyiapkan dana Rp 6 miliar melalui APBD 2015 untuk pembebasan lahan.

Kabid Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bima Marga Kota Semarang, Sukardi mengaku kesulitan dalam melakukan pembebasan lahan warga yang terkena dampak pelebaran Jalan Sriwijaya. Pasalnya warga ngotot enggan melepaskan bangunannya sebelum mendapat tempat relokasi.

”Pada saat dilakukan sosialisasi, prinsipnya warga sepakat pembebasan lahan. Tapi secara bulat warga minta adanya relokasi bedol desa. Sehingga kumpulan warga di situ yang terkena pelebaran jalan bisa menyatu lagi di tempat yang baru,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kemarin.

Pihaknya menjelaskan, pemkot telah menyediakan anggaran sebesar Rp 6 miliar melalui APBD murni 2015 Kota Semarang untuk pembebasan lahan. Sedangkan jumlah bangunan milik warga yang terkena pelebaran jalan mulai depan makam Pahlawan sampai Singosari mencapai 80 bidang.

”Harusnya 2015 ini pembebasan lahan sudah tuntas. Tapi tinggal sisa waktu 1,5 bulan belum ada serapan anggaran. Jika tidak selesai ya pembebasan lahan dilanjut 2016. Sehingga pekerjaan fisik yang direncanakan 2016 nantinya pun belum bisa dikerjakan,” ujarnya.

Diakuinya, saat ini pemkot telah mempelajari mekanisme ketentuan terkait relokasi warga yang terkena pelebaran jalan tersebut. Pasalnya, bangunan 80 bidang yang dihuni warga lebih dari 20 tahun tersebut berdiri di atas tanah milik negara.

”Pemkot akan mempelajari mekanisme ketentuan relokasi. Apa ada payung hukum atau wadah yang dilakukan. Sehingga perlu kajian khusus memenuhi keinginan mereka. Kita juga akan koordinasi dengan BPN Kota Semarang, DPKAD dan DTKP agar yang dilakukan sesuai aturan dan ketentuan,” jelasnya.

Silakan beri komentar.