SABET PERAK: Mutiara Habiba, saat tampil di Pra PON pekan lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SABET PERAK: Mutiara Habiba, saat tampil di Pra PON pekan lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SABET PERAK: Mutiara Habiba, saat tampil di Pra PON pekan lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SABET PERAK: Mutiara Habiba, saat tampil di Pra PON pekan lalu. (ISMU P/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jawa Tengah gagal mencuri medali emas nomor poomsae (kerapian jurus) di Pra PON taekwondo yang berlangsung di Cibubur, Jakarta, pekan lalu. Kalimantan Timur sukses menyapu bersih lima medali emas yang disediakan.

Jawa Tengah total merebut satu medali perak dan dua medali perunggu. Namun Jateng sukses meloloskan lima kelas yang dipertandingkan di PON XIX/2016 mendatang karena kelima kelas yang diikuti masuk dalam delapan besar.

Satu medali perak dipersembahkan Mutiara Habiba di nomor poomsae perorangan putri. Sementara dua medali perunggu poomsae pasangan (pair) atas nama Felix Danar -Rahmadia Maudy, dan di nomor poomsae beregu putri atas nama Mutiara Habiba, Reza Pradipta dan Rahmadia Maudy.

Yanwar Dwi Ramadhan yang tampil di nomor perorangan putra hanya menempati posisi kelima, sementara beregu putra yang diwakili Yamwar, Felix dan M Fafizh juga gagal merebut medali setelah menempati posisi lima.

Ketua Harian Pengprov TI Jateng Tanu Kismanto menegaskan, akan segera melakukan evaluasi terkait hasil yang dicapai Jateng di Pra PON, baik nomor kyorugi maupun poomsae. “Khusus poomsae, kita akui memang Kaltim serta Jabar lebih baik, karena mereka dilatih oleh pelatih khsuus poomsae dari Korea Selatan. Tapi saya kira masih ada waktu untuk berbenah, semoga sisa waktu sekitar 10 bulan sebelum Pra PON teman-teman pelatih poomsae Jateng bisa memperbaiki performa atlet kita,” tegas Tanu.

Pomsae Jateng dilatih oleh pelatih lokal, yakni Hakiman dan Siti Rochmah. Jateng mengandalkan Mutiara Habiba yang notabene atlet yang cukup senior serta penghuni pelatnas. Sementara satu atlet poomsae putra andalan Jateng yakni Adrian Setiaji tidak bersedia tampil di Pra PON maupun PON karena kesibukannya sebagai dokter co-ass. Setlah mereka, atlet poomsae Jateng adalah atlet junior. (smu)