Menghitung Biaya Operasi Kendaraan

344

Oleh: Djoko Setijowarno

MENURUT Carter dan Usry (2004:29) mendefinisikan biaya (cost) sebagai nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan untuk memperoleh manfaat. Besaran biaya operasi kendaraan (BOK) menjadi dasar dalam penetapan tarif. Di sisi lain, kenaikan tarif menjadi pemicu peningkatan kualitas layanan angkutan umum, sehingga perlu dipertimbangkan tingkat daya beli masyarakat.

Oleh sebab itu, perlu peran pemerintah dalam menciptakan keseimbangan antara BOK dan daya beli masyarakat sebagai upaya menciptakan transportasi umum yang efektif dan efisien. Jika perhitungan menghasilkan BOK yang cukup tinggi, sementara daya beli masyarakat rendah, perlu pemberian subsidi atau insentif agar transportasi umum tetap beroperasi.

Bagaimanapun, kita harus mulai transportasi umum sebagai kebutuhan dasar. Bukan hanya sekadar tersedia transportasi umum, tetapi tidak diperhatikan keberlangsungan pengoperasiannya ke depan.

Untuk menghitung BOK didasarkan pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 89 Tahun 2002 tentang Mekanisme Penetapan Tarif dan Formula Perhitungan Biaya Pokok Angkutan Penumpang dengan Mobil Bus Umum Antar Kota Kelas Ekonomi dan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur.