KSP Intidana Cabut Proposal Perdamaian

344

KRAPYAK – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana di bawah pimpinan Handoko mengambil langkah untuk mencabut proposal perdamaian yang sempat diajukan selama persidangan. Keputusan tersebut diambil melalui Rapat Anggota Luar Biasa (RALB).

Langkah itu dilakukan karena selama ini belum menemukan perdamaian masa Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Tetap yang menimpa Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana terhadap 120 ribu anggotanya selaku pemohon (kreditur) dengan nominal sekitar Rp 930 miliar.

Padahal dalam kepengurusan baru RALB tersebut jelas tetap mencantumkan Handoko sebagai Ketua II KSP Intidana, selain itu perubahannya telah dilaporkan kepada hakim pengawas perkara sidang PKPU Tetap, Torowa Daeli. Namun pelaksanaan RALB itu tetap saja dianggap tidak sah oleh KSP Intidana. ”RALB itu memang tidak diikuti Handoko karena hanya diikuti anggota KSP saja. Tapi RALB itu sah karena dihadiri perwakilan Kementerian Koperasi, hasilnya pun diaktanotariskan. Kepengurusannya itu telah ada susunannya dan dilaporkan ke hakim pengawas,” kata kuasa hukum 50 kreditur, Eka Windiarto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (22/11) kemarin.

Dia juga mengusulkan, kalau sudah ada tawaran perdamaian dan disetujui segera diputuskan perdamaian atau dihomologasi. ”Jadi tidak perlu menunggu 12 Desember 2015 mendatang,” ucapnya.

Menurut Eka dengan adanya pencabutan dan di-pending-nya proposal perdamaian KSP Intidana dinilainya tidak relevan karena perkara PKPU bukan untuk main-main. ”Jadi tidak bisa dicabut semaunya. Kalau bisa dicabut pemohon PKPU juga boleh mencabut permohonan PKPU,” imbuhnya.

Salah satu kuasa hukum KSP Intidana, Noer Kholis juga mengakui adanya gejolak tersebut yang berawal dari usai dibacakannya pencabutan proposal perdamaian oleh pihaknya, namun setelah pihaknya mengajukan surat lagi pencabutan proposal perdamaian di-pending.