Dinas Pasar Kaji Kapasitas Lapangan Karangayu

Untuk Relokasi Pedagang 2016

220

SEMARANG – Dinas Pasar Kota Semarang telah menyiapkan tempat alternatif untuk penampungan sementara pedagang Pasar Karangayu, selama revitalisasi berlangsung. Salah satunya di lapangan Kelurahan Karangayu.

”Saat ini kita sedang mengkaji lahan lapangan di Kelurahan Karangayu yang dinilai cukup memadai. Apalagi lokasinya masih dalam satu kawasan Pasar Karangayu,” ungkap Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Dinas Pasar Kota Semarang Nurkholis, kemarin.

Selain itu, lanjut Nurkholis, akses jalan dan transportasi menuju ke lapangan dianggap cukup mudah dan terjangkau untuk semua angkutan umum. Sehingga, menurutnya lapangan Karangayu sangat strategis untuk alternatif tempat relokasi pedagang.

”Memang kalau luasnya kami belum mengukur, tapi saya kira cukup untuk menampung sekitar 2.000-an pedagang. Lapangan Karangayu itu kan juga aset lahan milik Pemkot Semarang. Sehingga penggunaannya akan lebih mudah dibandingkan lokasi lain yang harus sistem sewa,” katanya.

Pihaknya mengakui, tahap awal revitalisasi pasar sering terkendala dengan relokasi pedagang. Namun demikian, pihaknya sangat optimis alternatif relokasi pedagang di lapangan Karangayu tersebut nantinya disetujui para pedagang. Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan jadwal untuk melakukan pertemuan dengan para pedagang. ”Meski lapangan Karangayu dinilai strategis, kita juga harus ada masukan dan persetujuan dari para pedagang sendiri. Sebab belum tentu para pedagang seluruhnya mau dipindahkan ke lapangan Karangayu,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang Tridjoto Sardjoko mengatakan sekarang ini masih melakukan pendataan ulang jumlah pedagang. Menurutnya, dari data lama tercatat jumlah kios sebanyak 138 pedagang, los 468 pedagang, pancakan 903 pedagang dan pedagang dasaran terbuka (DT) 421 pedagang. ”Kemungkinan jumlah itu bisa bertambah, karena itu kita data ulang lagi sehingga nantinya seluruh pedagang terakomodir dan tidak ada lagi pedagang yang berjualan di jalan. Kalau rencana revitalisasi 2016 dengan anggaran sebesar Rp 36 miliar. Saat ini juga masih pembuatan DED dan harus selesai 2015,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)