Preman Pemalak Sopir Truk Ditangkap

266

PEKALONGAM-Mirza Faiz alias Kombor, 27, dan Minaturohman alias Alimin, 33, keduanya warga Setono Pekalongan Timur Kota Pekalongan, ditangkap Polisi. Pasalnya, keduanya kerap memalak sopir truk dan warung di jalur pantura Kota Pekalongan.

Kapolsek Pekalongan Timur, Kompol Agus Riyanto mengatakan bahwa penangkapan kedua preman tersebut berdasarkan banyaknya laporan dari masyarakat. “Terutama para pemilik warung sepanjang jalan pantura Pasar Grosir Batik Setono sampai Terminal resah, karena ada preman tersebut,” ucapnya, Jumat (20/11) kemarin.

Menurut warga, sejak sering ada pemalakan sopir banyak yang malas berhenti di jalur tersebut. Otomatis omzet penjualan dan parkir di sekitar daearh tersebut menurun drastis. Atas laporan tersebut, anggota Polsek Timur dipimpin Kapolsek langsung memburu kedua tersangka. “Setelah kami membuka data, kami dapati salah satu preman, yaitu Kombor adalah TO (target operasi) terkait penganiayaan,” jelasnya.

Dari penyelidikan, ternyata kedua pelaku melakukan pemalakan di jalur pantur dini hari dari pukul 01.00 sampai subuh. Sebelumnya memalak dulu di sekitar Lapangan Sorogenen.

Karena itulah, pada malam Jumat (19/11), beberapa anggota Polsek mengintai tersangka di sekitar Lapangan Sorogenen. Tidak lama kemudian, menjelang malam bada Isya, ada anggota yang mendapatkan informasi kedua tersangka berkeliaran, akhirnya langsung ditangkap di sekitar toilet umum.

Setelah diamankan di Mapolsek, akhirnya kedua pelaku mengakui perbuatannya selama ini, sering memalak sopir dan warga sekitar. “Namun kami agak kesulitan, karena sampai sekarang belum ada laporan resmi dari korban mereka,” ucap Agus.

Sehingga salah satu tersaka, Alimin jika 1×24 jam tidak ada laporan resmi dari warga, akan dibebaskan sementara. Sedangkan untuk tersangka Kombor, sudah pasti akan dipenjara karena TO pelaku penganiayaan.

Namun untuk membebaskan Alimin, akan memanggil dahulu pengurus kelurahan setempat untuk menyerahkan secara resmi dan agar mendapatkan bimbingan warga. “Namum alimin sudah kami berkas, kapanpun ada laporan bisa kami proses,” jelasnya. (han/ida)