Pihaknya juga telah mendatangi kantor cabang Go Jek di Kota Semarang yang berpusat di wilayah Kalibanteng. Namun demikian, pihaknya belum mendapatkan penjelasan secara detail terkait Go Jek yang telah beroperasi di Kota Semarang. ”Petugas kami sudah mendatangi kantor Go Jek, tapi tidak ketemu direkturnya dan hanya ketemu bawahannya saja. Go Jek kesannya tertutup. Mereka menjelaskan hanya memiliki izin IT saja,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengakui Go Jek bukan merupakan alat trasnportasi dan bahkan tidak ada izin yang mengatur terkait alat transportasi roda dua. Bahkan, beroperasinya Go Jek juga dikhawatirkan akan menambah tingkat kemacetan lalu lintas di Kota Semarang. ”Memang Go Jek ini fenomena sosial. Ada positifnya, pelayanan mudah dan bisa menyerap tenaga kerja. Tapi transportasi roda dua ini kan tidak memiliki standar kelayakan kenyamanan dan keamanan. Rawan kecelakaan yang bisa menimbulkan korban,” katanya. Pihaknya mendorong kepada dinas terkait untuk mengatasi persoalan tersebut. (mha/zal/ce1)