SEMARANG – Prioritas dan arah kebijakan infrastruktur yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah pada tahun 2016 difokuskan pada peningkatan ruas jalan perbatasan provinsi dan ruas jalan yang mendukung pariwisata. Selain itu, juga diprioritaskan untuk daerah rawan bencana serta daerah strategis lainnya.

”Total panjang jalan provinsi yang direncanakan ditangani dengan kegiatan peningkatan pada tahun anggaran 2016 sepanjang 382,22 kilometer. Selain program peningkatan kapasitas jalan, direncanakan juga pelebaran jembatan sepanjang 397 meter,” ungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemarin.

Ia membeberkan, prioritas peningkatan ruas jalan di perbatasan provinsi meliputi perbatasan Provinsi DIJ (Purworejo-Sibolong, Karangwuni-Cawas-Jentir, Namengan-Krendetan, Wonogiri-Manyaran-Blimbing), perbatasan Provinsi Jawa Timur (Purwantoro-Nawangan, Ngadirojo-Biting, Lasem-Sale, Singget-Doplang-Cepu), perbatasan Provinsi Jawa Barat (Ketanggungan-Kersana-Bantarsari). ”Total ruas jalan sepanjang 43,5 kilometer,” imbuhnya.

Sedangkan prioritas peningkatan ruas jalan provinsi yang mendukung pariwisata, lanjut ganjar, meliputi Batur-Dieng (wisata Dieng), Jatinegara-Slawi (Agro Wisata Guci), Magelang-Salaman (Candi Borobudur), Wadaslintang-Selokromo dan Prembun-Wadaslintang (Waduk Wadaslintang), Blabak-Jrakah/Selo (Agrowisata Karangpandan), Wuryantoro-Eromoko-Pracimantoro (Waduk Gajahmungkur dan Museum Karst) dengan total ruas sepanjang 34,66 kilometer.

Terkait perbaikan jembatan penghubung kabupaten/kota yang merupakan bagian dari ruas jalan kabupaten/kota ditangani melalui mekanisme bantuan keuangan sesuai prioritas usulan yang disampaikan kabupaten/kota. ”Untuk antisipasi memasuki musim penghujan, akan diintensifkan fungsi pengawas atau mandor jalan. Selain itu, juga dioptimalkan alat berat yang tersedia di beberapa balai sehingga kerusakan yang ada segera dapat diperbaiki,” tandas mantan anggota DPR RI itu.

Sebelumnya, salah satu anggota DPRD Jateng, Sidi Mawardi meminta pembangunan infrastruktur jalan di perbatasan provinsi benar-benar harus ditingkatkan. Selain itu, juga perlu diperhatikan pembangunan akses jalan di tempat wisata yang ada di kabupaten/kota dan perbaikan jembatan penghubung antarwilayah di kabupaten/kota.

”Tahun 2016 di sektor pekerjaan umum dialokasikan anggaran pada Dinas Bina Marga, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang sebanyak Rp 3,027 triliun. Kami harapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya politikus Partai Golkar itu. (fai/zal/ce1)