SEMARANG BARAT – Jalur tengkorak traffic light Hanoman Jalan Siliwangi, Semarang Barat kembali meminta tumbal. Seorang pengendara Yamaha Jupiter MX bernopol G 6624 UA meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan maut di lokasi tersebut, Jumat (20/11) sekitar pukul 10.45 kemarin. Korban diketahui bernama Febrian Eka Sulistiyanto, 25, warga Perumahan Limas Indah Jalan Trapesium, Krapyak Lor I, Pekalongan. Ia tewas mengenaskan dengan kepala pecah dan badan hancur.

Saat itu, Febrian tiba-tiba terjatuh sebelum akhirnya terlindas truk gandeng bernopol N 8466 UR yang bermuatan air mineral. Truk nahas itu sama-sama melaju dari arah barat menuju ke timur (arah ke Kota Semarang). Tubuh korban terlindas truk tersebut dan sempat terseret kurang lebih 50 meter.

Saksi mata Arung, 19, mengatakan, korban yang mengendarai motor melaju dari arah barat melalui samping kiri truk. ”Mungkin terserempet, korban tiba-tiba terjatuh ke arah kanan di kolong truk. Saat itulah, tubuh korban bersama motornya, terlindas roda belakang truk,” kata Arung, warga Jagalan, Semarang Tengah kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakannya, korban yang mengenakan jaket hitam dan helm warna abu-abu itu langsung meninggal di lokasi kejadian dalam kondisi bersimbah darah. ”Lukanya parah, di bagian perut hancur,” jelasnya.

Sopir truk, Babun, mengaku, saat kejadian melaju dengan kecepatan pelan, karena ada truk trailer yang tiba-tiba memotong jalan di depannya. ”Saya tidak tahu kalau ada pengendara. Tiba-tiba korban sudah terlindas,” katanya.

Panit II Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, Iptu Jumantri, mengaku, masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk sopir truk untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. ”Penyebab kecelakaan masih kami selidiki. Untuk dugaan rem blong belum bisa kami pastikan. Sebab, berdasarkan hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) ditemukan bekas goresan akibat pengereman. Ini sopirnya masih diperiksa,” ujarnya.

Dia membenarkan, korban meninggal di lokasi kejadian. Jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke kamar mayat RSUP dr Kariadi Semarang.