DIKEBUT: Pembangunan tempat penampungan sementara bagi pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT, terus dikebut. Pedagang ditargetkan bisa menempati pada awal bulan 2016. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Pembangunan tempat penampungan sementara bagi pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT, terus dikebut. Pedagang ditargetkan bisa menempati pada awal bulan 2016. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Pembangunan tempat penampungan sementara bagi pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT, terus dikebut. Pedagang ditargetkan bisa menempati pada awal bulan 2016. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Pembangunan tempat penampungan sementara bagi pedagang Pasar Johar di kawasan MAJT, terus dikebut. Pedagang ditargetkan bisa menempati pada awal bulan 2016. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Para pedagang Pasar Johar meminta Pemkot Semarang tegas menerapkan aturan berjualan di tempat penampungan sementara di kawasan MAJT yang saat ini masih dalam proses pembangunan.

Nantinya, semua pedagang harus berjualan di dalam lapak sementara yang telah dibangun. Tidak boleh ada pedagang yang berjualan di luar area penampungan yang telah ditentukan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, paguyuban pedagang akan menutup akses jalan di lokasi penampungan. Hal itu semata-mata agar adil.

Kesepakatan bersama tersebut dilakukan oleh seluruh Paguyuban Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Johar yang terdiri atas PPJP Pasar Johar Utara, Johar Selatan, Johar Tengah, Yaik Permai serta Ketua PPJP Kota Semarang, Siswanto, di kantor Dinas Pasar Kota Semarang dalam sosialisasi pembahasan pindahan menempati lapak penampungan sementara di MAJT, Jumat, (20/11) kemarin.