SALATIGA – Pelemahan ekonomi global secara langsung berdampak pada melemahnya ekonomi nasional. Bahkan saat ini harga minyak dan harga komoditas primer ekspor Indonesia mengalami penurunan tajam. Pemulihan ekonomi global pun kini masih berjalan lambat dan tidak seimbang.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Semarang Dr Iskandar Simorangkir dalam seminar yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kamis (19/11) lalu di Grand Wahid Hotel.

“Untuk memperbaiki kondisi ini, pemerintah melalui BI telah meluncurkan beberapa paket kebijakan. Paket – paket kebijakan tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” jelas Iskandar dalam seminar yang mengusung tema “Business Dynamics Toward Indonesia Economic Revival” itu.

Seminar dibuka secara resmi oleh Rektor UKSW, Prof John A Titaley didampingi Dekan FEB UKSW Prof Christantius Dwiatmadja.

Iskandar menghimbau masyarakat harus senantiasa optimistis terhadap laju pertumbuhan perekonomian Indonesia. Menurut dia, banyak cara yang bisa ditempuh, salah satu kuncinya adalah melakukan depresiasi terhadap produk-produk Indonesia. Selain itu, kata dia, pengoptimalan industri dari hulu ke hilir, apabila semuanya bekerja keras, dijamin perekonomian Indonesia kembali stabil.

Ketua panitia acara, Tutuk Ari Arsanti, menuturkan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman bagi para akademisi. (sas/aro)