Sembilan Desa Tetapkan Perdes Lingkungan Hidup

359

UNGARAN- Sebanyak sembilan desa di Kabupaten Semarang telah memiliki Peraturan Desa (Perdes) tentang pelestarian Lingkungan Hidup (LH). Diharapkan dengan memiliki Perdes LH tersebut akan dapat menghindari kerusakan sehingga akan meningkatkan kualitas dan kelestarian LH. “Sampai akhir semester kedua tahun 2015 ini ada sembilan desa yang telah memiliki perdes pelestarian LH. Kami (Badan Lingkungan Hidup/BLH) akan terus berupaya melakukan sosialisasi dan memfasilitasi pembuatan perdes LH sebagai tindak lanjut surat edaran Gubernur Jateng Nomor 600/002146 tentang penyusunan Perdes LH,” ungkap Kepala BLH Kabupaten Semarang, Nurhadi Subroto, dalam acara bimbingan teknis (Bintek) penyusunan Perdes pelestarian LH bagi kepala desa dan Kepala BPD di Ungaran, Kamis (19/11) pagi.

Nurhadi menambahkan, sembilan desa yang telah memiliki Perdes pelestarian LH itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Desa Asinan (Bawen), Desa Bejalen (Ambarawa) serta Desa Kebondowo, Kebumen, Rowoboni dan Tegaron di Kecamatan Banyubiru. Selain itu di Kecamatan Tuntang ada tiga desa, yakni Rowosari, Tuntang dan Sraten.

“Melalui kegiatan bintek ini kami berharap akan dapat mendorong 38 Pemerintah Desa untuk membuat Perdes tersebut. Sehingga tahun depan, 38 Pemdes peserta bintek dapat menyusun dan memiliki Perdes Lingkungan Hidup ini. Sedangkan untuk 171 desa lainnya, kami akan melakukan pendampingan,” ujarnya.

Pembukaan Bintek dilakukan oleh Asisten Administrasi Sekda Budi Kristiono mewakili Bupati Semarang. Hadir pada acara itu 38 kepala desa beserta Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD). Asisten Administrasi Budi Kristiono, mengatakan pembangunan di segala bidang harus selaras dan seimbang dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup. Salah satunya dengan pembuatan Perdes LH. Pemahaman ini harus diberikan kepada masyarakat hingga ke tingkat desa. “Dengan adanya Perdes pelestarian LH diharapkan warga dapat mengerti dan ikut serta dalam upaya pelestarian lingkungan hidup sekitarnya,” ujar Budi Kristiono.

Kepala Desa Asinan Lilik Argo Lukito mengatakan, Perdes pelestarian LH di desanya sudah ada sejak akhir 2013. Saat ini, ada kelompok masyarakat peduli lingkungan bernama “Rawa Pening Serasi” yang beranggotakan nelayan, petani dan unsur warga lainnya. Kelompok masyarakat itu aktif menjaga pelestarian lingkungan hidup sekitar Rawa Pening. “Selain itu, Pemdes Asinan juga menjalin kerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang untuk mengelola sampah rumah tangga warga desa,” pungkasnya. (tyo/aro)