KPPS Harus Hati-Hati

Banyak Aturan Baru

258

PEKALONGAN-Banyaknya peraturan baru dalam penyelanggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2015 ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekalongan mengharapkan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di setiap kelurahan untuk lebih berhati-hati.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Abdul Basir menjelaskan bahwa beberapa hal baru yang berbeda di dalam penyelenggaraan Pilkada 2015 ini antara lain, adanya formulir C-7 yang berisi daftar hadir pemilih berdasarkan kategori, serta aturan pencoblosan.

“Setiap petugas harus berhati-hati dalam memilah pemilih. Yakni, dari pemilih yang terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) serta DPT tambahan,” ucapnya, saat membagikan materi sosialiasi kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Kamis (19/11) kemarin.

Selain itu, imbuhnya, yang agak ribet adalah pada pemilih pemula yang hanya berbekal KTP saja. Selain itu, masih ada batasan waktu, di luar pemilih yang sudah terdaftar. Terkait cara mencoblos, juga ada aturan baru. Yang mana, coblos tembus pada surat suara dianggap sebagai suara yang sah.

“Ada kondisi saat pemilih mencoblos surat suara dalam kondisi surat suara masih terlipat. Sehingga ada dua lubang di surat suara yaitu di dalam kotak dan di luar kotak. Kini dianggap sah,” terangnya.

Kendati begitu, tidak serta merta sah. Dengan syarat, kondisi surat suara berlubang dua, namun lubang tersebut simetris, baru surat suara dinyatakan sah. Namun jika tidak simetris, surat suara tetap dianggap tidak sah.

Selain aturan baru itu, katanya, juga ada pemandangan baru saat pemungutan dan penghitungan suara. Yaitu adanya petugas pengawas TPS yang dipekerjakan Panwaslu dan ditempatkan di setiap TPS juga. Tentunya, ini menjadi hal baru yang harus dipahami oleh setiap KPPS. “Untuk pengetahuan tersebut, kemarin sudah kami sampaikan kepada setiap PPK. Karena nanti mereka yang akan sosialisasi,” tandasnya. (han/ida)