DESAIN BERUBAH: Bangunan Pasar Peterongan yang telanjur dibongkar. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DESAIN BERUBAH: Bangunan Pasar Peterongan yang telanjur dibongkar. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DESAIN BERUBAH: Bangunan Pasar Peterongan yang telanjur dibongkar. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DESAIN BERUBAH: Bangunan Pasar Peterongan yang telanjur dibongkar. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PETERONGAN – Revitalisasi Pasar Peterongan yang sempat mandek lantaran terkendala bangunan cagar budaya akan dilanjutkan pada 2016 mendatang. Pemkot sendiri terpaksa merevisi detail engineering design (DED) yang ditargetkan selesai akhir Desember 2015. Akibat perubahan DED ini, dipastikan ribuan pedagang tidak akan terakomodasi di bangunan yang baru.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko, membenarkan jika DED revitalisasi Pasar Peterongan mengalami perubahan dari DED sebelumnya yang diharapkan mampu menampung 1.400-1.500 pedagang. Namun pada DED yang baru, diperkirakan hanya bisa menampung 400-500 pedagang.

”Nanti hanya pedagang yang ada di dalam dan memiliki surat izin dasaran yang diutamakan. Saat ini, kami sedang memikirkan mencarikan lahan di sekitar Pasar Peterongan untuk mengakomodasi pedagang yang tidak tertampung di dalam bangunan baru Pasar Peterongan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (19/11).