Bentuk Tim Pemantau, Awasi Money Politics

313

DEMAK-Badan Pengurus Daerah Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (BPD LCKI) Demak, membentuk tim pemantau pilkada di Kota Wali. Fokus pengawasan yang dilakukan adalah saat proses pemungutan suara. Ini diperlukan untuk menghindari adanya praktik money politics, intimidasi, kekerasan maupun kecurangan suara.

Ketua BPD LCKI Demak, Zainal Muttaqien mengatakan, LCKI akan ikut ambil bagian dalam menyukseskan Pilkada Demak agar berlangsung aman dan damai. “Kami telah menginventarisasi potensi-potensi yang bisa memicu suasana tidak aman, termasuk money politics. Kami akan kerja sama dengan KPUD dan Panwas maupun aparat kepolisian,” ujarnya dalam sarasehan membangun kerja sama sinergis aparat dan rakyat dalam menyukseskan Pilkada Demak 2015 yang aman dan damai di RM Pondok Ikan Demak, kemarin.

Hadir dalam acara yang dimoderatori Wakil Ketua LCKI, M Kholidul Adib ini, anggota Panwas Demak, Ulin Nuha, anggota KPUD Demak Hestin Atas Asih, dan Kabagops Polres Demak, AKP Sutomo. Selain itu, narasumber dari perwakilan tim sukses paslon.

Terkait money poltics itu, anggota Panwas, Ulin Nuha, mengatakan, politik uang memang persoalan yang begitu kompleks. “Tetapi yang paling mendasar adalah kelemahan regulasi. Undang-undang yang ada belum menjadikan pemberi dan penerima sama-sama bisa dijerat hukum. Mestinya logika yang dipakai adalah logika suap, baik pemberi maupun penerima suap sama-sama dijerat hukum, tetapi dalam money politics tidak demikian,”katanya.

Menurutnya, anggota parlemen yang membuat undang-undang sengaja tidak mengatur money politics dengan logika suap. Sehingga praktik money politics masih menjamur. “Ini tantangan bagi demokrasi kita,”ujarnya.(hib/aro)