MANYARAN – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang memvonis yang sama terhadap lima mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Mereka adalah Aji Hendra Gautama, Azka Najib, Agus Khanif, Musyafak, dan Farid Ihsanudin. Kelima terdakwa kasus korupsi penyimpangan penyaluran dan pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) APBD Provinsi Jateng 2011 itu divonis1 tahun dan 2 bulan penjara.

Majelis hakim yang dipimpin Andi Astara dan 2 hakim anggota, Suprapti dan Sinintya Y Sibarani menilai kelimanya terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar subsider pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

”Menjatuhkan vonis terhadap para terdakwa dengan hukuman 1 tahun 2 bulan serta denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan,” kata hakim anggota, Suprapti, dalam amar putusannya.

Majelis hakim juga menghukum para terdakwa membayar uang pengganti (UP) kerugian negara, masing-masing Azka Najib Rp 83 juta, Musyafak Rp 84 juta, Farid Ihsanudin Rp 70 juta, Agus Khanif Rp 66 juta, dan Aji Hendra Gautama Rp 47 juta.

Atas putusan tersebut, para terdakwa langsung menyatakan menerima. Namun jaksa penuntut umum dari Kejati Jateng menyatakan pikir-pikir untuk berkonsultasi dengan pimpinannya. (jks/aro/ce1)