Diminta Berhati-hati Kelola ADD

242

DEMAK – Sebanyak 100 pemangku kebijakan di tingkat desa yang terdiri dari kepala desa (kades), Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) di wilayah Kecamatan Sayung menjalani asistensi atau pendampingan khusus dari muspida dan muspika dalam pengelolaan pembangunan dan keuangan desa. Para kades tersebut berasal dari 20 desa di Kecamatan Sayung.

Camat Sayung, Indriantoro Widodo mengungkapkan, pendampingan melalui model asistensi ini dilakukan agar pengelolaan keuangan desa dapat memenuhi tertib administrasi. Selain itu, diharapkan pengerjaan proyek fisik didesa dilakukan sesuai dengan rancangan dan anggaran belanja yang ada.

Dalam kegiatan itu, peserta juga diberikan teknis penyusunan APBDes. “Asistensi ini dibutuhkan, demi kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan desa. Dengan demikian, penggunaan uang desa betul-betul akuntabel atau bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,”katanya.

Dia menambahkan, setiap desa di Sayung memiliki beberapa sumber keuangan desa, diantaranya dari alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD). Untuk ADD total nilainya mencapai Rp 5,7 miliar. Sedangkan, DD besarannya mencapai Rp 7 miliar. Setiap desa ADD yang diterima variatif berkisar antara Rp 250 juta hingga Rp 350 juta. Sementara, untuk DD, kisaran dana yang diterima desa antara Rp 300 juta hingga Rp 400 juta.

Sejauh ini, serapan ADD di wilayah Kecamatan Sayung baru sekitar 40 persen. Sisanya yang 60 persen untuk penghasilan tetap (siltap) kades dan perangkat desa masih menunggu aturan baru. ADD ini dipakai untuk pembangunan fisik yang realisasinya ditingkat desa rata-rata sudah mencapai 80 persen. Sedangkan, untuk program non fisik (program PKK) juga sudah berjalan.

Adapun, untuk DD, 80 persen dana tersebut sudah di kas desa. Ini digunakan untuk pembangunan fisik jalan, talud, jembatan dan lainnya. Untuk pencairan yang 20 persen menunggu penggunaan yang 80 persen tersebut selesai. “Beberapa desa untuk DD ini sudah terserap 90 persen. Seperti di Desa Sayung, Tugu dan Desa Tambakroto,” ujarnya. (hib/fth)