BATANG – Satuan Sabhara Polres Batang menyita ratusan botol miras dalam gelaran operasi penyakit masyarakat sejak bulan oktober 2015 hingga November. Kepala Satuan Sabhara, AKP H Sukono, menuturkan, operasi pekat dilaksanakan dalam rangka menciptakan kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang operasi lilin 2015 dan tahun baru 2016.

AKP Sukono mengungkapkan, dalam kurun waktu dua bulan terakhir, kepolisian resor Batang khususnya Satuan Sabhara, gencar melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Operasi pekat ini bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya tindak pidana akibat minuman keras. “Harapannya dengan adanya operasi pekat ini, tindak kriminal di wilayah Polres Batang dapat ditekan, mengingat pengaruh miras sangat berbahaya bagi keamanan,” jelasnya.

Operasi dititik beratkan di sejumlah tempat hiburan malam atau cafe yang betebaran di wilayah hukum Polres Batang. Operasi dipimpin Kanit Patroli dan Kanit Dalmas bersama delapan anggota dengan sasaran lokasi warung remang-remang Bong cino, Boyongsari, Kandeman, Banyuputih, dan Penundan.

Di lokasi Bong cino petugas mengamankan 2 botol besar Anggur Orangtua (AO) dan 2 botol besar Anggur merah, di Boyongsari 2 botol besar A0 dan 1 botol besar anggur merah, di Banyuputih 2 botol besar AO dan 1 botol besar anggur merah, sementara di Penundan 2 botol besar AO dan 1 botol air mineral jenis Ciu. “Meski operasi rutin digelar setiap hari, masih ada saja masyarakat yang mengkonsumsi miras walaupun disiang hari. Operasi tersebut bertujuan bukan saja untuk menekan peredaran miras, namun juga merazia para pekerja seks komersil (PSK) yang kebetulan mangkal ditempat-tempat hiburan, baik siang maupun malam hari,” tambahnya.

Bagi pelaku yang mengkonsumsi minuman keras akan dikenakan tindak pidana ringan dan bagi psk akan diserahkan kepada Dinas Sosial setelah sebelumnya dilakukan pembinaan terlebih dahulu. “Saya mengajak, menghimbau, dan merangkul semua elemen masyarakat untuk bersinergi bersama-sama dalam memberantas peredaraan miras dan tindak prostitusi di masyarakat,” tambahnya. (mg29/fth)