DIKEBUT: Pembangunan lapak penampungan sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah terus dikebut. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Pembangunan lapak penampungan sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah terus dikebut. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Pembangunan lapak penampungan sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah terus dikebut. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Pembangunan lapak penampungan sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah terus dikebut. (M. RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pemkot Semarang melalui Dinas Pasar telah mengalokasikan anggaran Rp 1 miliar untuk sewa lahan tempat penampungan sementara bagi pedagang Pasar Johar yang menjadi korban kebakaran, beberapa waktu lalu. Dana itu disediakan mengingat pihak pemilik lahan di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menerapkan sistem sewa.

Meski belum ditentukan nilai sewa per tahunnya, pemkot sudah melaksanakan pembangunan lapak sementara di lahan seluas 6,6 hektare tersebut. Saat ini progres pembangunannya mencapai 20,1 persen. Ditargetkan pengerjaan lapak berkapasitas 4.800 pedagang itu selesai akhir Desember 2015.

Pembangunannya menelan anggaran Rp 30,9 miliar. Menggunakan sharing dana dari provinsi sebesar Rp 13,557 miliar. Sisanya dari APBD Kota Semarang.