PEKALONGAN-Petugas Pengawas (PP) Tempat Pemungutan Suara (TPS) bisa meminta pemungutan suara ulang. Apabila ditemukan pelanggaran dalam proses pelaksanaan pencoblosan suara maupun penghitungan suara di masing-masing TPS.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pekalongan, Sugiharto, mengatakan bahwa tugas pengawas TPS sangat berat. Sebab, nantinya segala persoalan pasti akan timbul pada saat proses pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara.

“Jika ada indikasi kecurangan atau seperti apa, PP TPS bisa melakukan pemungutan suara ulang,” ucapnya saat melantik Petugas Pengawas TPS di Pekalongan Barat, Senin (15/11) kemarin.

Untuk itu, kata Sugiarto, Petugas Pengawas TPS harus menguasai betul tentang titik rawan yang akan terjadi, juga harus sigap apabila ditemukan dugaan pelanggaran. Selain itu, Pengawas TPS juga harus mempunyai jiwa leadership, sehingga bisa memimpin dan dipimpin untuk kemudahan dalam berkoordinasi saat ada permasalahan di TPS nantinya.

Sementara itu, dalam kesempatan kemarin, untuk Pengawas TPS Kecamatan Pekalongan Barat dikukuhkan sebanyak 167 pengawas TPS. Pengukuhan dilakukan di Kelurahan Pasirkratonkramat. Agenda pengukuhan pengawas TPS tersebut, rencananya juga akan dilakukan secara serentak di setiap kecamatan pada hari tersebut.

Ditambahkan Panwascam Pekalongan Barat, Saiful Amri, pelantikan tersebut sudah sesuai dengan jumlah TPS Kecamatan Pekalongan Barat. “Di tempat kami memang terdapat 167 TPS. Untuk itu, kebutuhan kami sesuaikan dengan jumlahnya. “Mereka akan bertugas dari 16 November hingga 16 Desember mendatang,” ucapnya.

Hal tersebut, katanya, sudah diatur di dalam peraturan per-Undang-Undangan yaitu selama 23 hari sebelum pelaksanaan Pilwalkot dan 7 hari setelah pemilihan. (han/ida)