Ita Ingin Ibu-Ibu Bebas dari ’Bank Titil’

251
IBU UNTUK IBU: Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita GR saat memaparkan program-programnya di hadapan ibu-ibu di Kampung Plampitan, Kelurahan Bangunharjo Semarang, kemarin. (ISTIMEWA)
IBU UNTUK IBU: Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita GR saat memaparkan program-programnya di hadapan ibu-ibu di Kampung Plampitan, Kelurahan Bangunharjo Semarang, kemarin. (ISTIMEWA)
IBU UNTUK IBU: Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita GR saat memaparkan program-programnya di hadapan ibu-ibu di Kampung Plampitan, Kelurahan Bangunharjo Semarang, kemarin. (ISTIMEWA)
IBU UNTUK IBU: Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita GR saat memaparkan program-programnya di hadapan ibu-ibu di Kampung Plampitan, Kelurahan Bangunharjo Semarang, kemarin. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Calon Wakil Wali Kota Semarang Hevearita GR ke depan berencana membentuk lembaga permodalan bagi pengusaha UMKM di Kota Semarang. Hal ini diungkapkan Ita -sapaan akrab Hevearita- usai melakukan pertemuan dengan anggota PKK di Kampung Plampitan, Kelurahan Bangunharjo, Semarang, kemarin.

Ita yang berpasangan dengan calon Wali Kota Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan, rencana pembentukan lembaga permodalan UMKM bertujuan untuk mengurangi maraknya rentenir yang masuk ke kampung-kampung atau biasa disebut ’bank titil’ yang memberikan pinjaman kepada ibu-ibu tapi dengan bunga mencekik.

”Kami ingin ibu-ibu tidak menggunakan lagi jasa bank titil. Kami berencana membuat lembaga pembiayaaan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Minimal seperti perbankan atau koperasi yang merangkul UMKM dan pengusaha kecil hingga ke pelosok desa,” ujar mantan Direktur Utama PT Sarana Patra Hulu Cepu, sebuah badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini.